Showing posts with label serasi. Show all posts
Showing posts with label serasi. Show all posts

Thursday, 20 September 2012

Erti Bahagia Seorang Isteri


Sebagai seorang suami, tiada kebahagiaan yang paling bermakna lebih daripada didampingi oleh isteri yang salihah, anak-anak yang taat, rumah yang menenteramkan jiwa dan kerjaya yang membawa keberkatan. Tetapi kadang-kadang sesetengah suami lupa apakah isterinya merasai kebahagiaan yang sama?
Hidup bersama wanita yang kita sayang selama bertahun-tahun belum tentu membuat anda memahami dirinya, tahu apa yang dia suka dan apa yang dibencinya apatah lagi jika isteri anda jenis yang penurut dan taat, apa-apa kemahuan kita dia akur walaupun dia tak suka. Demi cintanya pada anda, dia akan merelakan apa saja yang boleh dikorbankan. Kepura-puraan ini kadang-kadang memeningkan juga. Tetapi sesekali ia akan meletup akhirnya kalau suami tak pandai mengambil hati isteri. Ada pula jenis isteri yang pandai memberi idea dan berani menyuarakan pendapatnya setakat yang dibenarkan syarak dan tidak bersikap kurang ajar lagi memberontak membabi-buta. Perbincangan dari hati ke hati akan lebih memesrakan perhubungan keduanya. Suami yang baik akan berusaha untuk membahagiakan hati isterinya dan dia tahu apa erti kebahagiaan bagi seorang yang bergelar isteri.

klik : Mudahnya Mencari Jodoh


1. Apabila di hatinya berbunga keimanan yang harum semerbak.

Profesor Dr Yusuf Al-Qaradhawi ketika menulis dalam bukunya yang bertajuk Al-Iman wal-Hayah, ada menyelitkan satu kisah pergaduhan antara suami dan isteri. Pada suatu hari sang suami marah kepada isterinya dan berkata: “Aku akan memusnahkan kebahagiaanmu.” Lalu isterinya itupun menjawab: “Engkau tidak akan dapat merampasnya dari diriku.” Suaminya berkata lagi: “Mengapa tidak, aku akan mengambil segala-galanya sehingga engkau akan merana.” Dengan tenang isterinya menjawab: “Bagaimana mungkin kau akan merampas kebahagiaan dari diriku kerana ianya tertanam dalam hatiku, bahagia yang aku rasa ialah imanku pada Tuhanku.” Demikianlah keimanan seorang isteri kepada Allah dan Rasul-Nya sudah cukup baginya walaupun tanpa emas dan permata. Bukankah Asiah isteri Firaun telah memberi teladan? Beliau sanggup kehilangan segala-galanya demi cintanya kepada Allah. Iman yang benar adalah iman yang dapat menyinari hatinya, menunjukinya jalan yang baik dan menyelamatkan diri dari jalan yang sesat. Seorang suami seharusnya dapat menyediakan sarana untuk memastikan keimanan yang menjadi punca kebahagiaan isterinya terwujud. Mengajarkan isteri tentang ilmu-ilmu agama dan mengajaknya bersama-sama beribadah adalah cara yang sesuai untuk memastikan tahap keimanan dalam rumah sentiasa tinggi.

klik : Penawar Cinta Buat Yang Berduka-Panduan Islami Mengatasi Kesedihan Cinta


2. Apabila ia didampingi oleh lelaki yang mendorongnya untuk berjaya dalam kehidupannya.

Kebahagiaan yang kedua ini amat diperlukan oleh isteri anda. Jadilah lelaki yang gentleman, sentiasa di sampingnya saat ia memerlukan. Kelemahan isteri adalah bukti kelemahan suami juga. Tugas anda adalah menuntun dan mengganding tangannya agar dapat melalui jalan yang susah dan merbahaya dengan selamat. Bukankah telah jelas dan terang dalam firman-Nya: “Dan orang yang beriman, lelaki dan perempuan sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat kejahatan dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (Surah Al-Taubah: Ayat 71)
Tolong menolong antara suami dan isteri untuk mencapai kejayaan bersama seelok-eloknya menjadi agenda percintaan yang cukup manis untuk dijalani bersama-sama. Bila isteri bekerja, suami turut membantu kerja-kerja di rumah. Bila isteri suri rumah sepenuh masa, suami seharusnya menjaga kebajikan isteri, masa rehatnya, didikan kepada anak-anak dan yang paling penting dorongan dan sokongan untuk sang isteri tetap bertenaga dalam jihadnya mendidik anak-anak dan mewujudkan syurga di rumah mereka.
3. Apabila suaminya kuat bekerja dan menjaga keperluan rumah tangga dengan penuh tanggungjawab.

klik : Ubat Putus Cinta



Kemiskinan dan kemalasan adalah dua penyakit merbahaya yang timbul dari jiwa manusia yang hina. Budaya rajin bekerja dan membuat sesuatu yang bermanfaat dengan pelbagai aktiviti dalam keluarga akan mendidik setiap ahli keluarga supaya berdisiplin. Suami dan isteri yang rajin bekerja akan menjadi contoh kepada anak-anak agar mereka terbiasa dengan budaya ini di rumah. Sikap berdikari dan tidak menyusahkan orang lain akan terwujud dalam peribadi setiap ahli keluarga. Suami yang bertanggung jawab akan memberi nafkah dengan cukup dan ini menimbulkan kebahagiaan hidup sang isteri yang merasa dilindungi. Bahkan pahala yang besar akan diberikan kepada seorang suami yang ikhlas memberi nafkah kepada keluarganya. Sabda Rasulullah SAW: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ”Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, dan satu dinar yang kamu keluarkan untuk memerdekakaan seorang hamba, dan satu dinar yang kamu berikan untuk orang miskin, dan satu dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu maka yang paling besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.” (Hadis riwayat Muslim)
Pernah suatu ketika seorang wanita yang bekerja menjadi peguam menziarahi saya dan isteri di rumah, dia berkata: ”Alangkah bahagianya jika saya duduk di rumah hanya menguruskan suami dan anak-anak tanpa harus pening kepala memikirkan pekerjaan di pejabat dan anak yang demam di rumah bersama pembantu rumah.” Hal ini amat menyedihkan dan membimbangkan saya. Pada ketika itu dalam hati saya berkata: ”Betapa kasihannya melihat isteri yang terpaksa menolong kita dan turut mengambil tugas lelaki padahal jiwanya tak pernah berpisah dari anak-anak.” Kasihanilah isteri anda, dia sepatutnya boleh memilih apa yang dia rasa bahagia, hendak bekerja atau tidak kedua-duanya boleh dibincangkan bersama mengikut kemaslahatan bersama, asalkan tidak menjejaskan keutuhan rumahtangga. Yang paling penting anda harus sedar sebagai suami andalah yang bertanggungjawab terhadap kebajikannya.

Tuesday, 18 September 2012

Tanda Jodoh Kita



• Wajah mirip
Banyak orang mengatakan bahwa orang yang berjodoh wajahnya mirip. Menurut kajian yang dilakukan oleh psikolog dari University of St. Andrew, seseorang cenderung tertarik pada orang lain yang memiliki ciri wajah mirip dirinya. Cuba perhatikan baik-baik pasangan kamu. Jika kamu menemukan ada kemiripan pada karakter fizikalnya, besar kemungkinan ia adalah jodoh idaman kamu!


• Apa adanya
Saat merasa nyaman, seseorang biasanya akan tampil apa adanya dan tidak dibuat-buat. Salah satu pertanda seseorang adalah jodoh idaman kamu, ia akan berlaku sewajarnya saat bersama kamu. Ia akan bersikap santai dan tidak berakting. Bagaimana dengan pasangan kamu? Apakah semua perilakunya spontan? Gaya bicaranya mengalir dan tidak dibuat-buat? Jika iya, berarti ia adalah jodoh idaman kamu!

• Mampu berbagi
Kamu berjodoh dengan pasangan kamu apabila sudah mampu berbagi mengenai segala hal dengannya, saling membantu, dan terpenting, selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan bersama-sama. Jika sudah berdua, segalanya terasa amat menyenangkan. Sudahkan kamu merasakan hal tersebut dengan pasangan kamu? Jika ya, ada harapan besar bahwa si dia adalah jodoh idaman kamu!

• Serasi Pemikiran
Ini dia yang luar biasa. Konon, jika kamu berjodoh dengan pasangan kamu, kalian mampu saling ‘membaca fikiran’. Ertinya, kalian mampu menebak reaksi yang akan dilakukan masing-masing pasangan saat menghadapi sesuatu, bahkan turut mampu merasakan perasaan satu sama lain dalam situasi tertentu. Jika itu yang kamu rasakan dengan pasangan kamu, boleh jadi ia adalah belahan jiwa yang menjadi jodoh idaman kamu!

• Selesa Bersama
Saat dengan bersama dia, kamu selalu merasa nyaman dan bebas dariperasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya setiap hari tak pernah mambuat kamu merasa bosan. Ini adalah pertanda bahwa kalian berjodoh!

• Menerima apa adanya
Setiap pasangan yang berjodoh akan mampu untuk menerima satu sama lain apa adanya. Tak terlalu mempermasalahkan masa lalu, latar belakang keluarga, dan terbuka mengenai segala hal. Kekurangan diterima dengan lapang dada sama halnya dengan kelebihan. Jika kamu dan pasangan kamu sudah mampu untuk saling mengerti dan menerima apa adanya, besar harapan kalian adalah pasangan yang berjodoh.


• Mampu berdebat dengan sihat
Tidak setiap orang mampu berdebat dengan sehat. Setiap pasangan pasti pernah berdebat. Nah, apabila setiap kali kalian bertengkar, kalian mampu menyelesaikannya dengan baik dan mampu  berbincang segala masalah dengan baik, tanpa melontarkan kata makian atau hinaan, hampir bisa dipastikan kalian akan mampu menjalani kehidupan bersama, dengan kata lain, kalian adalah jodoh!

• Tepati impian jodoh kita
Ini telah dibuktikan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University College London, yang menemukan bahwa area yang bertanggung jawab terhadap intuisi terlihat aktif pada pasangan yang sedang dimabuk cinta. Menurut penelitian ini, fikiran bawah sedarmu telah mengumpulkan pengalaman dan menemukan ukuran tepat guna menentukan pasangan seperti apa yang berjodoh dengan kamu.